Mitos Daging Kambing Menyebabkan Hipertensi. Benarkah?


Umat muslim di seluruh dunia 2 hari yang lalu baru saja merayakan Hari Raya Iedul Adha. Hari Raya yang selalu ditunggu-tunggu kedatangannya setiap tahun. Pasalnya, banyak orang yang sudah tak sabar untuk berpesta daging. Akan tetapi, ada sebagian masyarakat justru menghindari daging karena adanya mitos, jika mengkonsumsi daging kambing dapat menyebabkan hipertensi.

Sebenarnya sudah banyak penelitian yang membantah mitos tersebut. Proses terjadinya hipertensi membutuhkan waktu lama, dan hal ini tidak hanya disebabkan oleh daging kambing saja. Daging dari hewan lain pun dapat menyebabkan hipertensi, dikarenakan kolesterol yang dikandungnya. Jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan ditambah lagi seseorang tidak pernah berolahraga dan sedikit konsumsi sayur akan semakin meningkatkan resiko terjadinya hipertensi.

Dr. Pauline Endang Praptini, SpGK, Spesialis Ahli Gizi Klinik Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa daging kambing sering dituduh menjadi penyebab naiknya tensi darah.

“Daging kambing memiliki tingkat lemak jenuh dan kolesterol paling rendah dibandingkan daging domba dan sapi. Tentu aman untuk dikonsumsi,” jelasnya.

“Hipertensi mengintai sesiapa saja yang memakan daging kambing secara berlebihan, terutama pengkonsumsi yang sudah memiliki riwayat hipertensi sebelumnya,” tambah Dr. Pauline.

Jika seseorang memang memiliki kadar kolesterol tinggi dalam darah, apalagi terjadi dalam waktu lama akan menyebabkna terbentuknya plak pada pembuluh darah. Lambbat laun plak ini semakin besar sehingga mengurangi elastisias dari pembuluh darah. Belum lagi penyempitan pembuluh darah yang disebabkan plak tersebut dapat mengakibatkan peningkatan resistensi pembuluh darah.

Salah satu faktor yang berpengaruh terhdapa terjadinya hipertensi adalah resistensi atau tahanan pembuluh darah yang semakin tinggi. Jika resistensinya makin tinggi maka hal ini dapat menyebabkan hipertensi karena dibutuhkan aliran darah yang lebih kuat untuk melewati pembuluh darah tersebut.

Bayangkan jika sebuah pipa yang diameternya menjadi lebih sempit di beberapa bagian, maka dibutuhkan aliran air yang lebih tinggi untuk melewatinya, sehingga tekanan yanng dibutuhkan juga akan semakin tinggi. Kuurang lebih seperti itulah gambaran mekanisme hipertensi terjadi pada seseorang yang mengkonsumsi daging.

Namun, tidak hany daging kambing saja yangg harus dikurangi, daging lain pun juga terutama bagi mereka yang memiliki resiko hipertensi.  Menyeimbangkan asupan makanan dan olahraga yang teratur menjadi kunci bebas dari hipertensi.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: