Faktor Resiko Penyakit Tuberkulosis (TB)


Tahukah pembaca apakah penyakit infeksi terbanyak di Indonesia?

Penyakit Tuberkulosis adalah jawabannya. Penyakit yang disebabkan oleh Miyobacterium Tuberculosis ini sering menyerang bagian paru-paru (90%), tapi tidak menutup kemungkinan untuk menyerang organ lain.

GambarJumlah kematian akibat penyakit Tuberkulosis (TB) ini masih tinggi. Menurut data WHO tahun 2008 menyebutkan bahwa jumlah kematian akibat penyakit ini mencapai 88.113 orang. Sementara kasus baru TB adalah 534.439 orang.

Tapi ada kabar baik, terutama untuk masyarakat Indonesia karena sejak ditetapkannya program DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) tahun 1995. Indonesia mengalami kemajuan dalam pengobatan dan penemuan kasus baru. Indonesia telah mencapai 71% dalam penemuan kasus baru dan 88,44% dalam keberhasilan pengobatannya. Padahal, target global untuk penentuan kasus baru adalah 70% dan 85% untuk keberhasilan pengobbatannya. (Depkes RI 2010)

Hal ini tidak terlepas dari usaha yang telah dilakukan Indonesia untuk menanggulangi penyakit ini. Metode active case finding faktanya bisa meningkatkan keberhasilan pengobatan dan penemuan kasus baru TB, meski jumlah penderitanya masih belum bisa dikatakan sedikit.

Lalu sebenarnya apa saja faktor-faktor yang beresiko untuk terjangkit penyakit TB ini?

1. umur

Dengan bertambahnya umur, tentunya akan diikuti dengan bertambah lemahnya daya tahan tubuh seseorang. Tentu saja ini menjadi celah untuk penyakit ini menjakiti seseorang. Selain itu, kemampuan kuman TB ini aktif juga meningkat sesuai dengan bertambahnya umur. Insiden tertinggi Tuberkulosis paru biasanya mengenai usia dewasa. Di Indonesia diperkirakan 75% penderitanya adalah usia 15-50 tahun.

2. jenis kelamin

Pada tahun 1996 jumlah penderita TB Paru laki-laki hampir dua kali lipat dibandingkan jumlah penderita TB Paru pada wanita, yaitu 42,34% pada laki-laki dan 28,9 % pada wanita. Ini berhubungan dengan faktor kebiasaan merokok yang lebih banyak dilakukan laki-laki daripada perempuan.

3. pendidikan

Pendidikan tentunya berpengaruh terhadap bagaimana seseorang menjaga kesehatan dan gaya hidupnya. Seseorang yang memiliki tingkat pendidikan yang cukup tentunya akan mempunyai perilaku hidup yang bersih dan sehat.

4. merokok

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kebiasaan merokok meningkatkan resiko untuk terkena penyakit TB. Ini berkaitan dengan kerusakan organ pernapasan yang menyebabkan penurunan kekebalan tubuh, khususnya bagian organ paru.

5. pencahayaan

Sebenarnya cukup mudah untuk mencegah dan penanggulangan dari penyakit ini. Karena sifat dari kuman TB ini adalah mudah mati oleh cahaya matahari. Sayangnya, di Indonesia kepadatan penduduk menyebabkan tempat tinggal yang terlalu rapat. Hal ini membuat cahaya matahari sulit untuk langsung sampai kedalam ruang.

6. status gizi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang dengan status gizi kurang mempunyai resiko 3,7 kali untuk menderita TB Paru berat dibandingkan dengan orang yang status gizinya cukup atau lebih. Kekurangan gizi pada seseorang akan berpengaruh terhadap kekuatan daya tahan tubuh dan respon immunologik terhadap penyakit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: