Awas Bahaya Anemia!


Pernahkah pembaca merasa mudah mengantuk, lemas, pusing dan muka pucat?

Atau merasa denyut jantung lebih cepat dan bahkan pingsan? Bisa jadi pembaca merupakan penderita Anemia.

Anemia merupakan kondisi dimana jumlah sel darah merah yang terkandung di dalam darah kurang dari batas normal. Kurangnya sel darah merah ini biasanya diindikasikan oleh hitungan hemoglobin yang lebih rendah dari normal.

Sel-sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan-jaringan dan mengangkut Karbondioksida dari jaringan-jaringan ke paru-paru. Setiap keadaan yang mengurangi kemampuan membawa oksigen dari sel-sel darah merah akan mengurangi pemasokan oksigen ke jaringan-jaringan termasuk otak dan otot.

Gejala

gejala-gejala karena anemia dapat berupa muka pucat, kurang bertenaga, mudah mengantuk dan sakit kepala. Pada kondisi yang lebih parah, gejala yang muncul dapat berupa peningkatan denyut jantung, nafas tersenggal-senggal dan pingsan.

Penyebab

Anemia dapat disebabkan oleh kehilangan darah, kekurangan zat gizi tertentu, kekurangan produksi sel darah merah atau penghancuran sel darah merah yang lebih cepat dari normal.

  • Kurang asupan makanan yang mengandung zat gizi tertentu
    • Kekurangan zat besi adalah penyebab utama anemia. Sekitar 20% wanita, 50% wanita hamil dan 3% pria mengalami kekurangan zat besi.
    • Tidak mengkonsumsi daging (vegetarian) dapat menyebabkan pembaca kekurangan vitamin B12, jenis vitamin yang hanya ditemui pada makanan hewani (daging, ikan, telur, susu).
    • Asam folattersedia pada banyak makanan, namun terutama terdapat di hati dan sayuran hijau mentah.
    • Menstruasi. Wanita yang sedang menstruasi rawan terkena anemia karena kekurangan zat besi bila darah menstruasinya banyak dan dia tidak memiliki cukup persediaan zat besi.
    • Kehamilan. Wanita yang hamil beresiko terkena anemia karena asupan nutrisi yang masuk ketubuhnya harus dibagi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi janinnya.
    • Penyakit tertentu. Penyakit yang menyebabkan perdarahan terus-menerus di saluran pencernaan seperti gastritis, radang usus buntu,dll dapat menyebabkan anemia. Hal ini karena jumlah darah yang ada di pembuluh darah berkurang.
    • Obat-obatan tertentu. Beberapa jenis obat dapat menyebabkan perdarahan lambung (aspirin, obat anti inflamasi, dll). Obat lainnya dapat menyebabkan masalah dalam penyerapan zat besi dan vitamin (antacid, pil KB, obat anti artritis, dll).
    • Operasi pengambilan sebagian atau seluruh lambung (gastrektomi). Ini bisa menyebabkan anemia karena tubuh kurang menyerap zat besi dan vitamin B12.
    • Penyakit radang kronis seperti lupus, artritis rematik, penyakit ginjal, masalah pada kelenjar tiroid, beberapa jenis kanker, dan penyakit lainnya dapat menyebabkan anemia karena memengaruhi proses pembentukan sel darah merah.

Tips                       

  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, terutama bagi wanita yang menstruasi atau sedang hamil. Zat besi yang paling mudah diserap bersumber dari hewani, seperti daging, ayam dan ikan. Beberapa makanan seperti sayuran, buah-buahan, sereal (yang diperkuat zat besi), telur dan kacang-kacangan juga mengandung zat besi, namun lebih sulit dicerna.
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung zat pemacu (enhancers) penyerapan zat besi. Beberapa jenis makanan dapat memacu penyerapan zat besi seperti buah-buahan tinggi vitamin c, wortel, kentang, tomat, jambu biji dan pisang.
  • Mengurangi makanan yang mengandung zat penghambat (inhibitors) penyerapan zat besi. ada beberapa jenis makanan justru menghambat tubuh untuk menyerap zat besi seperti Teh, kopi, dan kacang-kacangan. Hal ini dikarenakan jenis makanan tersebut mengandung zat aktif fitat dan polopenol. Makanan tinggi kalsium dan pospat seperti keju dan susu juga merupakan zat aktif penghambat penyerapan zat besi.

Namun bukan berarti pembaca harus menghindari makanan-makanan tersebut, tetapi bisa memisahkan waktu dalam mengkonsumsi makanan tinggi zat besi dengan makanan penghambat penyerapan zat besi.

  • Mengkonsumsi suplemen zat besi sesuai anjuran dokter. Beberapa kelompok individu yang rentan anemia seperti wanita hamil, menstruasi, perdarahan dan penyakit tertentu, membutuhkan asupan zat besi yang lebih. Tetapi asupan suplemen ini perlu pengawasan dokter karena dapat menyebabkan konstipasi dan tinja berwarna hitam.

One response

  1. nice info..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: