Chikungunya; Penyakit Mirip DBD


Sampai Bulan Februari ini, beberapa daerah masih tetap mengalami hujan. Meskipun Banjir di Ibukota telah surut, di beberapa daerah justru mulai terjadi banjir.

Pada postingan Healthidayah sebelumnya, telah sedikit dijelaskan tentang penyakit yang bisa muncul saat musim hujan seperti ini. Kali ini, Healthidayah akan berbagi informasi mengenai penyakit yang hampir serupa dengan DBD, yaitu Penyakit Chikungunya.

Pengertian

Chingukunya merupapakan penyakit mirip Demam Berdarah Dengue yang disebabkan oleh virus chikungunya dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypty dan Aedes africanus. Dalam bahasa Swahili, chikungunya berati kejang urat, berubah bentuk, atau membungkuk. Meskipun wilayah serangannya luas dan penyebarannya cepat, chikungunya jarang menimbulkan kematian.

Cara penularan

Seperti DBD, penyakit ini sering terjadi juga di daerah yang disana terdapat penderita penyakit DBD. Selain itu, virus chikungunya juga dapat menyerang tikus, kelinci, monyet, babun, dan simpanse.

Mekanisme penularan penyakit ini sebagai berikut :

  • Apabila seseorang sedang “viremia”, biasanya terjadi 2 hari sebelum demam sampai 5 hari setelah demam, digigit oleh oleh nyamuk Aedes sp. dalam waktu 8-10 hari.
  • Virus dalam kelenjar liur nyamuk akan berkembang biak dan kemudian ditularkan ke manusia lain yang digigit oleh nyamuk pada gigitan berikutnya.
  • Dalam tubuh manusia, virus memerlukan waktu 3-7 hari untuk berkembang sebelum menunjukan gejala.

Gejala dan tanda

Penderita penyakit Chikungunya pada umumnya akan muncul tanda-tanda berikut :

  • Demam mendadak;
  • Muncul ruam kulit;
  • Nyeri pada sendi (artralgia);
  • Nyeri pada otot (myalgia);
  • Dan sendi tampak membengkak, hangat, nyeri dan geraknya terbatas (artritis)

Pencegahan

Secara umum, upaya pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu:

  • Pencegahan gigitan nyamuk

Ini bisa dilakukan dengan pemasangan kelambu, pemakaian obat nyamuk oles, bakar maupun semprot.

  • Pemberantasan jentik

Nyamuk Aedes sp. Ini bertelur di permukaan air yang jernih, sperti tempat penampungan air, vas bunga, atau tempat minum burung.

  • Pemerantasan Nyamuk

Tujuan utama dalam pencegahan ini adalah memutus rantai penularan dari nyamuk ke manusia. Hal ini dapat dilakukan dengan penyemprotan (fogging) massal menggunakan insektisida.

Nah! Ini tadi hanya sedikit informasi dan tips untuk mencegah Penyakit Chikungunya, semoga bermanfaat dan membuat kita lebih waspada akan penyakit ini. Keep Healthy!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: